Tampilkan postingan dengan label #cerita pendek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #cerita pendek. Tampilkan semua postingan

DUA SAUDARA

 


Di sebuah desa, tinggalah dua bersaudara bernama Dika dan Arga. Mereka adalah saudara kandung yang sangat dekat dan selalu bersama sejak kecil.

Dika adalah seorang abang yang bertanggung jawab dan Arga adalah adik yang ceria. Dika dan Arga selalu saling melindungi dan mendukung satu sama lain.

Ketika Dika menghadapi masalah di sekolahnya Arga selalu ada di sampingnya untuk memberikan semangat dan membantu menyelesaikan masalah di sekolah. Begitu pula sebaliknya, ketika Arga merasa sedih atau takut, Dika selalu ada untuk menghibur Arga adiknya.

Suatu hari, desa tempat mereka tinggal mengalami bencana banjir yang besar. Rumah mereka terendam air dan mereka harus mengunsi di tempat yang aman.

Dalam keadaan sulit seperti itu, Dika dan Arga saling berpegangan tangan dan saling menguatkan. mereka bekerja sama membantu orang- orang kampung di sekitarnya dan mereka saling memberikan dukungan moral.

Setelah air surut, Dika dan Arga bersama-sama membangun kembali rumah mereka yang terkena banjir. Mereka saling bekerja sama dan tidak putus asa dan tidak menyerah. Dalam proses ini, mereka belajar tentang pentingnya gotong royong dan bekerjasama.

                  

 

TAMAT

 

Penulis         : Lorensius

Cover           : ai bing image creator

Editor          : D. Rakhmad Effendi. SE





TENTANG PENULIS

Saya lorensius saya suka bermain volly.dan saya sekarang menempuh pendidikan saya di SMP bina utama Pontianak.saya bercita-cita menjadi dokter

CERPEN - REM SEPEDA YANG BLONG

 

Rizky adalah anak ke dua dari lima bersaudara, rizky anak yang baik dan juga rajin  dan rizky selalu membantu orang tua nya di rumah.

 Pada hari jumat Rizky telat bangun karna tadi malam Rizky tidur larut. Akhirnya Rizky bergegas mandi buat pergi sholat jumat. Setelah selesai mandi rizky ber siap-siap mau pergi ke masjid karna sebentar lagi sholat jumat akan dimulai.

Selesai sholat jumat pada saat perjalanan pulang rem sepeda Rizky blong. Ia menabrak pagar rumah yang ada di pinggir jalan. Akibat benturan dengan pagar tersebut sepeda Rizky mengalami kerusakaan yang sangat parah.

Rizky tidak bisa berbuat apa-apa. Ia pulang sambil membawa sepeda nya yang rusak dengan perasaan yang sedih.

Sesampainya di rumah ia ceritakan semua kejadiaan yang dialaminya kepada orang tuanya. Orang tua Rizky menasehati agar Rizky selalu berhati-hati di jalan. Ayah Rizky berjanji akan membelikan sepeda baru untuknya. Rizky pun kembli senang dan berjanji akan selalu berhati-hati di jalan.

 

 

TAMAT

 

 

                              

Cerpen oleh Muhammad Rizky Fahrezi kelas VIII tahun 2022

Ilustrasi oleh Alfandi siswa kelas IX tahun 2022

Editor oleh D. Rakhmad Effendi. SE

Cerpen ini dibuat sebagai tugas dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia

 

 

 

TENTANG PENULIS

Muhammad Rizky Fahrezi sekarang bersekolah di SMP Bina Utama Pontianak. Ia senang berkenalan dengan teman-teman baru. Hobynya bermain bola dan bercita-cita menjadi TNI

ig : ikkyyy_ajaa1567

 

 

CERPEN - GADIS DESA

 

Pada suatu hari di desa yang jauh dari perkotaan, hiduplah seorang anak bernama Citra. Ia tinggal di desa terpencil bersama keluarganya. Di desa itulah tempat ia tumbuh. Saat beranjak dewasa ia pindah ke kota untuk melanjutkan sekolahnya. Saat libur sekolah ia pulang ke kampung untuk menemui neneknya.

Suatu hari saat musim kemarau datang, di desa Citra selalu timbul pasir atau lebih jelasnya seperti pantai di dasar sungai yang mengering. Setiap sore Citra selalu pergi ke pasir itu bersama teman temannya.

Ketika ia akan pergi mereka ke bingungan, perginya menggunakan perahu atau berenang saja.

"Citra, kita pergi menggunakan apa?" tanya Laura.

"Aku maunya, sih, menggunakan perahu,” jawab Citra. “Tapi... kitakan perginya ramai – ramai, jadi kalau kita berenang aja gimana?”

"Boleh,” jawab Manda, teman Citra yang lain. “Aku setuju, lagian kalau perginya menggunakan perahu, gak muat juga,” tambahnya. “Kita,kan, perginya ramai.”

“Hehehe." Mereka terkekeh bersama.

Kebetulan pasirnya tidak jauh dari rumah,  jadi kalau mau pergi tinggal menyeberang saja menggunakan perahu ataupun berenang. Akhinya mereka pun segera bersiap-siap untuk pergi ke pasir itu.

"Guys, cepat ya berenangnya aku sudah gak sabar nih buat sampai ke pasir itu,” ucap Sera.

"Aku juga,” balas Prida. “Gimana kalau kita lomba saja siapa yang sampai duluan  berarti dia juaranya."

"Ayo, siapa takut!" balas Citra dan Laura.

"Guys, tunggu!” cegah Manda. “Kalian gak takut ya?"

"Buat apa takut,” balas Sera. “Lagian gak ada apa apa juga, kan?" jawab Sera.

"Tapi, kan, kata nenek ku tadi malam, ada orang yang baru pulang mencari ikan melihat Buaya,” jelas Manda. “Sumpah, katanya sih disungai ini."

"Manda!" sergah Laura. “Jangan ngomong sembarangan dong, kita ini, kan, lagi di dekat air. Gimana sih." Laura sedikit kesal.

"Iya, nih, gimana sih mulutnya dijaga dikit. Liat kondisi, dong." Citra juga mulai kesal.

“Hati-hati jika ingin membicarakan sesuatu, kalau mau ngomong harus dijaga. Harus lihat tempat dan  kondisi juga,” tambah Laura.

 Mereka pun tidak jadi berlomba, hanya berenang saja. Tidak lama mereka sampai di pasir itu. Citra dan teman-temannya sibuk bermain kejar-kejaran. Tidak hanya mereka saja yang pergi ke pasir itu, anak-anak lainnya pun ikut pergi dan bermain bersama.

Di saat mereka sedang sibuk bermain Sera mengajak teman-temannya untuk mencari kerang di air.

"Guys, cari kerang, yuk,” teriak Sera. “Nanti kalau udah banyak kita masak dan makan sama-sama!”

Mereka segera mencari kerang-kerang di pasir, tak terasa hari mulai sore, mereka pun segera pulang dan mendapat  kerang lumayan banyak.

 

 

TAMAT

 

 

Cerpen dan Ilustrasi oleh Faza Febrianti kelas VIII tahun 2022

Editor oleh D. Rakhmad Effendi. SE

Cerpen ini di buat sebagai tugas dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia

 

 

 

TENTANG PENULIS

Faza Febrianti adalah siswi SMP Bina Utama Pontianak. Sekarang sudah kelas V111. Ia seorang anak yang suka mencari tau hal-hal baru. Faza juga hoby bermain Volley dan menyukai warna hitam

 ig. @ fzza_zaa

 

 

CERPEN - KEBIASAAN BURUK SISKA

 

Siska adalah murid dari SMP Bina utama, umur Siska sudah 14 tahun. Ia tinggal bersama keluarganya di jalan  perdamaian Kompleks  Taman Asri. Siska anak ke empat dari empat bersaudara. Suatu ketika mama Siska ingin pergi ke suatu tempat untuk menyelesaikan beberapa urusan.

Karena di toko cuma ada Siska, mama meminta Siska menjaga toko sebentar sementara mama pergi.

“Dek, tolong jaga toko, ya,” kata mama Siska. “mama mau pergi sebentar.

Ya, Ma,” jawab Siska. “Cuma sebentar, kan, Ma?”

Iya, Dek,” balas mama Siska.

Mama Siska pun pamit dan langsung berangkat. Siska duduk di meja toko. Selang beberapa waktu, papa Siska datang.

“Tumben, Dek, mau jaga toko?” tanya papa. “Mama ke mana?”

“Pergi, Pa. Katanya lagi ada urusan,” jawab Siska.

Oh,” gumam papa. “Tunggu sebentar, ya, Dek. Kita gantian jaga toko.”

Siska cuma mengangguk. Tidak lama kemudian papa datang ke meja toko. Kemudian Siska masuk ke dalam kamar untuk berbaring sambil bermain HP.

Siska punya kebiasaan buruk bermain HP sampai lupa waktu. Kadang ia sampai lupa menaruh Hp nya  dimana.

Tidak lama kakak Siska datang. Siska mengajak kakaknya jalan-jalan. Kakak siska pun mengiyakan. Siska dan kakaknya berangkat, sebelumnya ia minta ijin dulu sama papa dan mamanya yang barusan saja pulang.

Entah kenapa sepanjang perjalanan Siska merasa ada yang mengganjal. Selang beberapa menit Setelah itu mereka pun sampai di taman. Siska baru menyadari kalau HP miliknya tertinggal di teras. Hp itu ia letakan di teras saat ia sedang memasang sepatu sebelum mereka berangkat.

Siska langsung panik dan langsung menghubungi papa mama lewat HP kakaknya. Kakak Siska langsung mengajak Siska pulang karena takut HP adeknya itu hilang. Lima belas menit kemudian mereka sampai di teras rumah. Siska pun langsung mencari-cari HP nya.

Cukup lama mencari akhirnya mereka pun menyerah. Siska kesal sekali kenapa bisa lupa menaruh HP nya. Ia menangis dan menceritakan kepada kedua orang tuanya bahwa HP nya hilang.

Papa sempat menasehati Siska. Siska sedih mendengar nasehat papa. Orang tuanya pasti kecewa karena ia tidak bisa menjaga barang miliknya. Siska pun minta maaf kepada papa dan mamanya. Kemudian Siska masuk ke kamar. Ia betul-betul kecewa dengan dirinya sendiri.

Pa, ma, maafkan anakmu ini, ucap Siska dalam hati

Kemudian mendadak papa, mama dan kakak-kakaknya  muncul di kamar. Rupanya keluarga Siska sengaja menyembunyikan HP miliknya untuk membuatnya sadar agar  dapat menjaga barang-barang berharga miliknya. Sekaligus juga untuk memberi kejutan kepada Siska karena hari itu ia berulang tahun yang ke empat belas.

Siska menangis bahagia dan berjanji akan merubah sifat buruknya. Apalagi dengan bertambahnya umur ia akan berusaha untuk lebih dewasa.

 

 

TAMAT

 

 

Cerpen dan Ilustrasi oleh Margaret kelas VIII tahun 2022

Editor oleh D. Rakhmad Effendi. SE

Cerpen ini di buat sebagai tugas dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia

 

 

 

TENTANG PENULIS

Margaret adalah seorang remaja yang menyukai hal-hal baru. Ia senang berkenalan dengan orang-orang baru. Hoby bermain Volley  dan menyukai warna hitam. Sekarang ia bersekolah di SMP Bina Utama Pontianak.

Ig @maq.aret0318

 

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMP BINA UTAMA PONTIANAK TAHUN AJARAN 2026-2027

Halo, brother ! jumpa lagi setelah mimin cukup lama tidak menyapa. kini ada info baru tentang penerimaan siswa baru di SMP Bina Utama Pontia...